28 Januari 2019

Smartphone Terjangkau Untuk Semua Kalangan


Smartphone Terjangkau Untuk Semua Kalangan

Selain meluncurkan smartphone kelas menengah Realme 3 Pro, Realme juga merilis smartphone entry level Realme C2.

Perangkat ini hadir dalam dua varian yakni RAM 2GB dengan memori internal 16GB yang dibanderol Rp 1.499.000 dan RAM 3GB dengan memori internal 32GB yang dijual Rp 1.699.000.

Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian mengatakan, Realme C2 merupakan penerus dari Realme C1 yang sukses dirilis beberapa waktu lalu.

Perangkat ini menyasar konsumen entry level yang ingin punya smartphone dengan desain mewah dan spesifikasi mumpuni. Felix menyebut, Realme C2 merupakan new entry level king karena menghadirkan spesifikasi lebih ketimbang perangkat sekelasnya.

"Realme C2 mengusung desain mewah di segmen smartphone entry level di mana bagian belakangnya menampilkan desain cutting diamond generasi ketiga. Uniknya, jika perangkat dipegang tangan, tak akan ada bekas di bodi belakang," tutur Felix

Ada dua warna Realme C2 yang diboyong Realme ke Indonesia yakni warna Diamond Blue dan Diamond Black.

Sekadar informasi, ditenagai dengan prosesor MediaTek Helio P22 yang memiliki kecepatan hingga 2GHz. Realme C2 ini memiliki layar seluas 6,1 inci dengan sebuah dewdrop notch sebagai tempat meletakkan kamera selfie.

Kamera

Meski hadir menyasar segmen entry level, Realme C2 mengusung kamera ganda dengan resolusi 13MP ber-aperture f2.2 serta kamera sekunder 2MP dengan aperture f2.4 yang dilengkapi teknologi AI.

Sementara, kemampuan selfie-nya ditunjang dengan kamera 5MP dengan aperture f2.0. Meski hanya satu kamera, pengguna bisa mengambil foto selfie bokeh dengan efek bokeh.

Realme C2 menjalankan sistem operasi Android Pie dan mengadopsi Color OS generasi keenam. Sementara itu, bicara baterai, Realme C2 ditenagai oleh baterai 4.000mAh yang diklaim bisa dipakai satu hari penuh.

16 Januari 2019

Manfaat Luar Biasa Berpuasa


Manfaat Luar Biasa Berpuasa

Puasa memiliki banyak manfaat yang bisa ditelaah secara medis. Tidak hanya efek positif pada fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Ahli gizi Claire Mahy mengatakan, puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Ini juga merangsang proses yang disebut autofagi, yakni ketika sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.

Para ilmuwan juga mempelajari hubungan antara diet, kesehatan usus, dan kesehatan mental. Michael Mosley, penulis buku The Fast Diet mengatakan puasa ini bisa menyebabkan pelepasan BDNF (brain-derived neurotrophic factor atau faktor neurotopik yang diturunkan dari otak) yang berada di otak.

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi, kecemasan, serta risiko mengembangkan demensia," kata Mosley
Manfaat Puasa Bisa Hilang Kalau...

Selain bagi kesehatan mental, puasa yang dilakukan dengan benar bisa membantu membakar lemak dan menambah massa otot.

Ahli gizi Nazmin Islam mengatakan, penurunan berat badan yang berkelanjutan bisa dilakukan dengan berpuasa selama bulan Ramadan. Namun, efeknya bisa hilang ketika seseorang kembali ke kebiasaan makan lamanya.

"Namun, manfaatnya lebih besar daripada yang kontra. Dalam jangka panjang, puasa, jika dilakukan dengan benar, bisa meningkatkan sistem pencernaan seseorang dan metabolisme secara keseluruhan," kata Nazmin menambahkan.

Mencegah Risiko Kanker

Ketika ditemui Health Liputan6.com, Ketut Suastika, ahli endokrinologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengatakan puasa juga bisa dilakukan di luar bulan Ramadan. Beberapa tradisi seperti puasa Senin dan Kamis juga memiliki manfaatnya.

"Karena kalau kita terus makan banyak, secara teori, seseorang akan cepat menua dan cepat meninggal," kata Ketut beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ketika seseorang makan terus menerus, tubuh akan mengeluarkan insulin dalam jumlah yang banyak. Tidak hanya mempengaruhi gula darah, tetapi dia juga memicu penuaan sel dan berpotensi menyebabkan kanker.

"Jadi puasa itu bagus karena sel-sel tidak cepat tua dan mencegah risiko kanker. Tidak bagus ketika orang memiliki kondisi diabetes tertentu misalnya, tapi pada orang normal, itu bagus," Ketut menegaskan.

"Kalau hari biasa seminggu sekali puasa sehari penuh tidak apa-apa. Asal kuat saja menahan lapar. Karena dari lemak akan diubah jadi karbohidrat lagi," pungkasnya.

02 Januari 2019

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli iPhone XR

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli iPhone XR

Meski banyak dicari karena paling terjangkau dan performanya setara dengan iPhone X, nyatanya iPhone XR tidak sepenuhnya sempurna.

Menurut Badan Pengawas Konsumen Inggris alias UK Consumer Watchdog, performa daya iPhone XR diklaim paling terburuk dari semua seri iPhone yang telah dirilis.

Mereka juga telah menguji sembilan model iPhone baru untuk melihat daya dari masing-masing iPhone.

Berdasarkan temuan Head of Home Product and Service UK Consumer Watchdog Natalie Hitchins, di antara kesembilan iPhone tersebut, iPhone XR benar memiliki performa daya paling rendah.

iPhone itu cuma bertahan selama 16 jam 32 menit. Padahal, Apple mengklaim iPhone ini bisa bertahan hingga 25 jam dalam pemakaian normal.

Apple pun menanggapi hasil pengujian yang dilakukan UK Consumer Watchdog. Mereka berdalih, pengukuran daya iPhone XR oleh perusahaan asal Cupertino ini dilakukan sendiri.

Apple juga menilai uji daya berbasis laboratorium seperti yang dilakukan UK Consumer Watchdog tak mencerminkan bagaimana kinerja daya sebuah iPhone di dunia nyata.

Kinerja daya dipengaruhi beberapa variabel, seperti koneksi telepon ke data atau WiFi, aplikasi yang dipakai, dan faktor eksternal seperti suhu.

Apple juga mengungkapkan kalau integrasi antara software dan hardware, dirancang untuk mengelola penggunaan daya secara cerdas, di mana hal ini diyakini dapat mengoptimalkan masa pemakaian baterai iPhone.

"Uji laboratorium baterai iPhone itu tergantung pada pengaturan yang mencoba replikasi penggunaan normal. Mereka memilih untuk tidak membagikan kriteria, sehingga tidak mungkin kalau kami menilai apa yang mereka uji," ujar Apple

Tak cuma iPhone, ada beberapa perangkat lain yang baterainya diuji, seperti merek HTC, Nokia, Samsung, dan Sony.

Hitchins juga berujar kalau pengujian dilakukan pada smartphone dengan baterai penuh, dan pengukurannya dilakukan pada berapa lama perangkat bertahan saat digunakan telepon secara terus menerus.

Ia pun mengungkap kalau daya baterai HTC justru yang paling pendek, dengan perbedaan sekitar lima persen.

Baru berikutnya, Samsung, Sony, dan Nokia, yang performanya melebihi waktu.

"Uji coba ini bisa menjadi jawaban dari pertanyaan pengguna tentang menemukan sumber informasi terpercaya saat ingin membeli smartphone. Smartphone memang telah menjadi bagian vital dari kehidupan sehari-hari. Jadi, kita harus mengandalkannya sesuai dengan klaim produsen," pungkas Hitchins.